Pilih Laman

Sustainability

Gambaran Umum

Kegiatan berkelanjutan (sustainable operation) yaitu kegiatan operasional usaha dengan memperhatikan aspek ekonomi, lingkungan hidup dan sosial merupakan fokus atas Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Hal itu didorong oleh kesadaran bahwa keberadaan Perusahaan tidak sekadar mencari laba atau keuntungan, tetapi juga dituntut untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dan peduli terhadap isu-isu sosial.

Setiap tahun, PTPN melakukan kajian akan topik material ESG apa saja yang paling relevan untuk bisnis. Assessment materialitas mengacu kepada referensi GRI Standards Reporting Principles dan AA1000 Accountability Principles. Secara umum, proses penentuan dan reviu topik material kami dapat dirangkum dalam tahap-tahap sebagai berikut:

1. Identifikasi topik
PTPN membuat daftar topik-topik ESG yang mungkin memiliki dampak material pada bisnis dan pemangku kepentingan kami dengan cara melakukan analisis tren industri dan tren keberlanjutan, serta melakukan reviu akan topik ESG yang tertulis dalam standar-standar pelaporan keberlanjutan untuk industri yang relevan.

2. Pelibatan pemangku kepentingan dan prioritisasi topik
PTPN melakukan prioritisasi berdasarkan potensi dampak tiap-tiap topik pada kemampuan perusahaan untuk menciptakan value jangka panjang untuk bisnis dan pemangku kepentingan perusahaan. Proses ini dilakukan melalui beberapa forum dengan melibatkan pemangku kepentingan internal dan eksternal.

3. Validasi dan peresmian
Topik ESG material yang terpilih ditinjau dan disetujui oleh manajemen senior PTPN

4. Integrasi dan peninjauan
Daftar topik ESG material dijadikan dasar pembuatan strategi keberlanjutan, metrik kinerja untuk dimonitor, serta target-target manajemen terkait.

 

Dengan proses dan tahapan tersebut, PTPN telah menentukan 18 topik material ESG yang menjadi perhatian khusus bagi PTPN:

Lingkungan

  1. Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)
  2. Penggunaan Energi dan EBT
  3. Keanekaragaman Hayati & Konservasi
  4. Pencegahan dan Manjemen Kebakaran Hutan
  5. Efisiensi Penggunaan Air
  6. Limbah dan Polusi

Sosial

  1. Keberagaman & Inklusi
  2. Kesehatan & Keselamatan Kerja
  3. Pengembangan Kompetensi Pekerja
  4. Praktik Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial
  5. Keterlibatan dan Hak-Hak Masyarakat Lokal
  6. Pemberdayaan Masyarakat Lokal

Tata Kelola

  1. Good Corporate Governance
  2. Keluhan dan Whistleblowing
  3. Etika dan Anti-Korupsi
  4. Kualitas dan Keamanan Produk

Topik Umum

  1. Kepatuhan ESG Rantai Pasok
  2. Kontribusi Pada Ekonomi Nasional

Komitmen dan Strategi Keberlanjutan PTPN

Dalam strategi keberlanjutan PTPN, Perusahaan memulai upaya keberlanjutan nya dengan meletakkan fondasi yang kuat untuk memobilisasi organisasi PTPN ke arah praktik-praktik keberlanjutan. Perusahaan telah secara resmi menetapkan struktur task force ESG khusus di bawah pembinaan langsung Direksi dengan Wakil Direktur Utama sebagai Direktur Program, dengan aturan tata kelola termasuk pelaporan berkala akan kemajuan dari inisiatif keberlanjutan perusahaan. Kemudian PTPN berkaca kepada regulasi serta standar-standar internasional maupun nasional sebagai panduan umum akan prinsip-prinsip keberlanjutan yang perlu diikuti sesuai dengan topik masing-masing, dan dari situ, Perusahaan mengembangkan kebijakan-kebijakan keberlanjutan yang menjadi landasan dari tiap inisiatif keberlanjutan yang akan diambil oleh perusahaan.

Di atas fondasi yang kuat ini, terdapat 4 pilar yang merepresentasikan pemangku kepentingan utama yang perlu dilibatkan dalam usaha keberlanjutan perusahaan. Di pilar pertama, Tata Kelola Perusahaan amat penting untuk memastikan perusahaan dijalankan dengan akuntabel sesuai dengan praktik terbaik, untuk memperhatikan hak dan kepentingan pemilik perusahaan yaitu pemegang saham. Pilar kedua memperhatikan kepentingan insan-insan sumber daya manusia PTPN sebagai penggerak utama inisiatif apa pun dalam perusahaan. Pilar ketiga terkait dengan pemasok dan memastikan prinsip-prinsip keberlanjutan yang PTPN hormati, juga dihormati oleh pihak ketiga yang bekerjasama dengan perusahaan. Dan tidak kalah penting, di pilar keempat, PTPN juga memperhatikan masyarakat sekitar yang tentunya tidak lepas dari dampak operasi perusahaan di wilayahnya, baik positif (yang harus diperkuat dan di amplifikasi) maupun negatif (yang harus dimitigasi sebaik mungkin.

Keempat pilar ini kemudian menopang kinerja PTPN untuk mengantarkan performa operasional yang baik, melakukan kegiatan operasi dengan memperhatikan risiko lingkungan dan mengadopsi praktik-praktik kelestarian lingkungan terbaik. Dengan proses yang sustainable dan ramah lingkungan tersebut, PTPN kemudian perlu tetap dapat menyediakan produk dengan jaminan kualitas dan keamanan tertinggi bagi pelanggan. Hal ini kemudian bermuara kepada kontribusi perusahaan dalam memajukan perekonomian nasional Indonesia, baik dengan kontribusi nilai ekonomi langsung dalam bentuk performa finansial perusahaan sebagai BUMN, maupun kontribusi tidak langsung melalui penyediaan lapangan kerja serta menghidupkan lanskap pemasok domestik.

Keseluruh strategi keberlanjutan/ESG PTPN ini tentu tidak lepas, dan bahkan menjadi bagian integral, dari visi perusahaan secara keseluruhan di mana keberlanjutan/kesinambungan menjadi elemen penting di dalamnya: “Menjadi perusahaan agribisnis nasional yang unggul dan berdaya saing kelas dunia serta berkontribusi secara berkesinambungan bagi kemajuan bangsa.”